Maaf, Aku Tidak Cantik

“Enak ya jadi orang cantik. Mau jadi apa, mau ikut apa aja juga pasti diterima. Apalagi kerja di industri media gini beuhh…” “Iya. Here we are, di industri dimana no matter what, the first thing is your look!” Dulu, dulu sekali jauh sebelum aku kuliah, aku termasuk orang yang nggak pernah terlalu peduli sama fisikli…

Kepala Dua

Lalu kini gadis itu punya kepala dua. Rasanya? Awalnya ia bahagia. Sekarang dipikirannya telah dewasa. Memikirkan bahwa kepala dua menyenangkan dengan segala hal baru yang akan dihadapinya. Namun, semua berubah amat cepat. Secepat kepala dua memasuki bulan keduanya. Lalu ia menyesal terlalu cepat bahagia. Iya. Jadi dewasa tak sehebat itu. Tak senyaman dan semenyenangkan itu….

Bukan Manusia Konflik

Aku heran kenapa semua jadi begini sekarang? Bukankah di hari itu kita sudah bilang kata penghapus kesalahan? Sama-sama, kan? Aku heran lalu kenapa aku yang jadinya ditinggal? Kenapa aku yang didiamkan? Apa pemahamanmu kini seperti orang dewasa yang datang ketika perlu saja. Terus demikian? Berapa kali mulut ini harus berbuih berbusa mengatakan bahwa inilah dia…

Sudah Saatnya

Agaknya sore ini sekelebat pencerahan itu melewati batas kota ini Lalu dia menghampiriku dan bilang bahwa sudah saatnya Aku diam. Berpikir terus berpikir hingga aku ambil jua kesimpulan itu Bahwa… Mungkin memang sudah saatnya hidup masing-masing. Hidup tak berpedulian tak duduk bersamaan seperti tahun-tahun lalu Mungkin memang sudah saatnya, hati itu menyadari kejanggalan dan ingin…

Pesan yang Ditinggalkan

Siapalah aku yang bisa menahanmu Kita tidak pernah berkata satu hal yang menuju pada satu makna untuk kemudian memegangnya Itu sebabnya aku katakan siapa aku yang bisa menahanmu Pada akhirnya jika kau memilih untuk pergi, pergilah Entah itu karena suatu apa atau itu hanya karena rasa yang tiada suka pada satu hal yang aku lakukan…

Tentang Ayah (Part 1)

Ini tentang ayah dan anak gadisnya di telepon. Jika ada laki-laki yang paling bisa menyembunyikan rindunya, dia adalah ayah. Jika ada laki-laki yang paling bisa menyembunyikan kekhawatirannya, dia adalah ayah. Dalam satu minggu orang di rumah bisa menelpon satu hingga kali. Kadang memang penting, kadang sekadar melepas rindu, kadang hanya ingin tahu anak gadis mereka…

Duka Ramadhan Si Anak Kosan

Ramadhan telah tiba… Uyeay!!! Teriakan tertahan saat melihat kalender dan timeline medsos yang dipenuhi segala hal tentang Ramadhan. Uyeayy… Ramadhan lets meet again :’) Eh tapi tapi… Ada sedih yang tertahan sesungguhnya. Loh? Why? Yup, ini Ramadhan ketiga kalinya di perantauan tanpa keluarga. Rasanya? Pahit lah cuy pahit… :’). Ini yang harus kamu tahu rasanya Ramadhan anak…

Pada Alamat, Pada Luka

“Rasanya tidak adil! Tidak adil rasanya!” Tamia melempari kerikil-kerikil tak berdosa itu hingga tenggelam di dasar sungai kecil buatan di taman kota itu. Sungai yang lebih mirip selokan berukuran 1meter, jernih airnya tapi tak serupa Tamia hari ini. “Argh!!!” digenggamnya kerikil, dilemparnya. Mental kemana-mana. Sore ini, Tamia tak baik suasananya. Hendak dilempar semua yang di…

Aisyah Nonton Aisyah: Dari Ciwidey ke NTT

“Sarjana nomor satu itu adalah yang memberikan manfaat untuk orang sekitarnya. Kalau hanya bekerja untuk diri sendiri, itu sarjana nomor dua.” Kira-kira demikian kutipan pesan alamrhum ayah Aisyah yang membuka menit-menit pertama alur film itu. Saya tak terlalu ingat bunyi aslinya tapi setidaknya intinya demikian, ehe. Yep, tepat 19 Mei 2016 lalu akhirnya rilis juga…

“Piknik, ah!” (Media Visit: CNN Indonesia.com)

Here I am yesterday, yoish ini cerita “piknik” mahasiswa jurnalistik ke kantor CNN Indonesia online atau biasa dikenal dengan nama laman cnnindonesia.com. This the story… Jadi, ceritanya ini adalah media visit atau kunjungan media dalam agenda orientasi jurnalistik untuk para mahasiswa baru (maba) jurnal 2015. Lucky me, dipilih menjadi salah satu pendamping kunjungan. Jadilah kebagian…

Menerka

Aku menerka, selalu Aku bingung, ragu Terkaanku benarkah? Atau aku hanya membuat ilusi, halusinasi tanpa batas? Menerka ini menerka itu, menerka jejak tertutup sendi dan ruas Berhentilah membuatku menerka Tak lihat gemuruh berganti tak pergi-pergi? Bagaimana bisa menerka membuat tega? Aku hanya takut salah terka Kecewa  

Ei Ei Di Si Part 2. Ini tentang Kenangan

Selamat datang di Kamis rasa Sabtu. Ah, liburnya baik banget :’) empat hari nonstop. But so far, I am still here, Nangor Da Best!! :’) No place to go and stiil no family to visit eaeaea (apa hrus bikin family dulu biar ada yang bisa dikunjungi? WKWK *Abaikan) Jadi, pada akhirnya Jatos tetap menjadi pillihan…